Article Detail


Ibadat Paskah Bersama 2026 : “ Transformasi Diri “

Jumat, 24 April 2026 karyawan Yayasan Tarakanita unit Kantor Wilayah Yogyakarta melaksanakan Ibadat Paskah Bersama. Ibadat dimulai pukul 07.00 WIB dipimpin oleh Pak Dhadhang dan berlangsung dengan penuh khidmat. Paskah bukan sekedar perayaan, tetapi menjadi momen untuk bangkit dari kebiasaan lama & memperbaharui hati, lebih peduli dan lebih bersemangat dalam melayani.  Paskah bukan juga hanya peristiwa yang dikenang, tetapi ajakan untuk berani berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dalam renungan singkat disampaikan bahwa, secara sederhana Paskah berarti “lewat”, lewat / melewati hidup lama menuju hidup yang baru, lewat dari manusia lama menuju manusia yang baru.

Memaknai Paskah adalah transformasi diri. Transformasi diri dalam terang paskah mengajak untuk melewati setiap masalah bukan dengan putus asa, tetapi dengan hati yang diperbaharui dan terbuka, berani melihat kesempatan/ peluang, dari ketakutan menjadi harapan, dari kelemahan menjadi kekuatan, dan dari keterpurukan menjadi kebangkitan.

Bersamaan dengan menyambut Yubileum 75 tahun Yayasan Tarakanita dan dengan semangat Paskah bertransformasi diri menjadi lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas dan penuh kasih. Sejarah misi Suster- Suster CB yang dilandasi semangat kasih dan pengorbanan / pantang menyerah dalam keterbatasan menjadi pondasi karya Yayasan Tarakanita hingga saat ini. Dalam terang Paskah, semangat ini harus dimaknai terus menerus sebagai panggilan untuk terus bertransformasi dan berani melewati setiap tantangan dan bangkit dalam harapan. Menyambut Yubileum 75 tahun, kita diajak untuk melanjutkan misi dengan hati yang diperbaharui, semangat pelayanan yang semakin kuat dan komitmen untuk terus menghadirkan kasih dalam dunia pendidikan.

Dalam rangkaian Ibadat Paskah, dilakukan juga pembakaran kertas yang berisikan tulisan intensi doa/ pertobatan yang dituliskan oleh para karyawan Kanwil selama masa Prapaskah. Pembakaran kertas menjadi simbol kesediaan untuk menninggalkan kehidupan lama, langkah konkret untuk melewati kelemahan diri, menyerahkan diri kepada Tuhan dan bangkit sebagai pribadi yang baru.

Setelah ibadat selesai dilanjutkan dengan kegiatan kebersamaan yaitu memasak bersama. Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas santai, tetapi menjadi sarana untuk mempererat relasi, membangun kerja sama, serta menumbuhkan semangat kekeluargaan di antara karyawan sebagai satu keluarga besar Yayasan Tarakanita. Dalam kebersamaan tersebut, nilai Paskah semakin nyata, bahwa setelah proses pembaruan diri, setiap pribadi dipanggil untuk hidup dalam kebersamaan, saling melayani, saling peduli, saling membantu, saling mengisi satu sama lain dan menghadirkan kasih dalam tindakan sederhana.

Melalui momen ini, harapannya transformasi tidak berhenti pada refleksi pribadi, tetapi dilanjutkan dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pribadi yang diberikan anugerah untuk menjalankan panggilan pelayanan di bidang pendidikan harapannya dapat terus memaknai dan menghadirkan nilai khas Tarakanita yaitu Cc5+ ( Compassion, Celebration, Competence, Conviction, Creativity, Community, KPKC, Kejujuran dan Kedisiplinan) di dalam lembaga, komunitas, ataupun masyarakat. Selaras dengan nilai khas Tarakanita, kegiatan ini sebagai bentuk nyata dalam memaknai dan menjalankan nilai-nilai Tarakanita Cc5+ di lingkungan kerja, khususnya nilai Celebration, Compassion, dan Community. (brigitasundari)

Dokumentasi : 
 

 

 

 

 





Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment